Selasa, 17 April 2018

Throwback WIrausaha


MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
“Peranan Uang Dalam Berwirausaha”


Description: LOGO STIKES PI.jpg
 


















Dosen Pembimbing : Siti Umamah, S.SiT, M.Kes
Kelompok 1 :
1.      Fitri Nuraini
2.      Indah Fauziah
3.      Keren Maulidia
4.      Listia Ari Putri
5.      Novi Haryanto
6.      Ratna Sari Nurjanah
7.      Septi Eka Wati









SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PRIMA  INDONESIA
BEKASI
TAHUN AKADEMIK 2017/2018




KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini. Yang mana tugas ini bertopikan tentang “PERANAN UANG DALAM KEWIRAUSAHAAN”.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.





                                                                                                            Bekasi, 17 April 2018



























DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................................

BAB 1 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang .................................................................................................
B.     Rumusan Masalah ............................................................................................
C.     Tujuan ..............................................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.    Peranan Uang Dalam Berwirausaha ................................................................
B.     Penentuan Kebutuhan Dana ............................................................................
C.     Pencarian Sumber-Sumber Dana .....................................................................
D.    Pengelolaan Dan Pengawasan Keuangan Usaha .............................................
E.     Masalah-Masalah Yang Dihadapi Dalam Bidang Keuangan ..........................
F.      Implementasi ...................................................................................................
BAB III PENUTUP
A.    KESIMPULAN ...............................................................................................
B.     SARAN ...........................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA























BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Tidak selamanya suatu perusahaan terus menerus memiliki dana yang cukup untuk membiayai segala kegiatan operasional perusahaan. Mau tak mau perusahaan harus mendapatkan dana segar yang dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk tetap dapat bertahan. Dalam upaya pengembangan suatu usaha di perlukan strategi dan rencana bisnis yang tepat, salah satu strategi itu adalah strategi pembiayaan.
Bantuan keuangan, terutama untuk usaha baru, biasanya dikaitkan dengan kursus ketrampilan berusaha. Mengikuti pelatihan seperti ini bukan saja meningkatkan ketrampilan berusaha tetapi juga akan meningkatkan keyakinan bagi calon pendukung dana dalam usaha anda. Kadang-kadang bantuan juga diberikan untuk tujuan tertentu, misalnya pemasaran, subsidi sewa; usaha tertentu seperti usaha manufaktur, teknologi; pemuda yang menganggur; atau untuk bidang tertentu, misalnya daerah pedesaan atau di daerah yang mengalami kemunduran pertumbuhan ekonomi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana peranan uang dalam berwirausaha ?
2.      Bagaimana penentuan kebutuhan dana ?
3.      Bagaimana pencarian sumber-sumber dana ?
4.      Bagaimana pengelolaan dan pengawasan keuangan usaha ?
5.      Apa saja masalah yang dihadapi dalam bidang keuangan ?
6.      Bagaimana implementasinya ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengatahui bagaimana perananan uang dalam berwirausaha
2.      Untuk mengetahui bagaimana penentuan kebutuhan dana
3.      Untuk mengetahui bagaimana pebcarian sumber-sumber dana
4.      Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan pengawasan keuangan dana
5.      Untuk mengetahui apa saja masalah-masalah yang dihadapi dalam bidang keuangan
6.      Untuk mengetahui bagaiman implementasinya














BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Pengelolaan Bidang Keuangan

A.    Peranan uang dalam berwirausaha
Dengan mengetahui jenis dan jumlah kebutuhan usaha membuat rencana dana yang diperlukan dengan komponen kebutuhan usaha meliputi:
1.      Biaya pra investasi, adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam rangka memulai suatu usaha misalnya biaya survei lapangan, biaya studi kelayakan.
2.      Biaya pembelian aktiva tetap, aktiva berwujud dan tidak berwujud.
a)      aktivas tetap yang berwujud seperti pembelian tanah, bangunan, mesin, peralatan, kendaraan inventaria kantor
b)      aktivas tetap yang tidak berwujud seperti pembelian lisensi, hak paten, sistem franchisine (waralaba)
3.      Biaya operasional merupakan jumlah dana yang akan digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha yang sedang berjalan

B.     Penentuan kebutuhan dana
Rencana kebutuhan dana investasi dalam suatu jenis usaha sebagai berikut.
1.      uang/dana untuk pra investasi
2.      uang/dana pembelian aktiva tetap, sarana-prasarana, sewa kantor, peralatan kantor dll
3.      uang/dana untuk modal kerja, upah tenaga kerja, pembayaran listrik, pembayaran air dll
4.      uang/dana untuk biaya perizinan lokasi, SIUP, dll.
Setelah semuanya dihitung maka dianalisis berapa kebutuhan investasi sehingga dapat ditentukan berapa dana yang dimiliki dan sisanya diambil dari dana pinjaman
a.     Pengertian modal
§  Untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal (uang) dan tenaga (keahlian)
§  Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha seperti biaya pra investasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk pembelian aktiva tetap sampai modal untuk kerja.
§  Modal keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola atau menjalankan suatu usaha
§  Besarnya modal yang diperlukan tergantung dari jenis usaha yang akan dikerjakan.
§  Peritungan terhadap besarnya kebutuhan usaha dilakukan sebelum usaha itu dikerjakan
§  Perlu dilakukan proses seleksi jenis usaha yang akan dilakukan

b.    Jenis modal usaha:
§  Modal investasi, adalah modal yang digunakan untuk jangka panjang dan dapat digunakan berulang-ulang biasanya umurnya lebih dari satu tahun.
§  Penggunaan modal investasi jangka panjang untuk membeli aktiva tetap seperti tanah, bangunan, mesin-mesin, peralatan, kendaraan, bersumber dari perbankan.
§  Modal kerja, adalah moodal yang digunakan untuk jangka waktu pendek dan beberapa kali dipakai dalam satu tahun.
§  Modal kerja digunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat akan dilakukan kegiatan perusahaan.
C.    Pencarian sumber-sumber dana
Kebutuhan dana (modal) perusahaan baik modal investasi maupun modal kerja dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada yaitu baik berupa modal sendiri maupun modal pinjaman. Sumber modal perusahaan yang umum adalah:

1.    Modal sendiri, merupakan modal yang berasal dari pemilik (para pemegang saham) perusahaan. Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik perusahaan dengan cara mengeluarkan saham Keuntungan menggunakan angka modal sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga, hanya membayar pajak, upah karyawan dan tagihan-tagihan pemerintah lainnya.

Kelebihan modal sendiri :
a.       Tidak ada biaya bunga atau administrasi
b.      Tidak tergantung kepada pihak lain
c.       Tanpa memerlukan persyaratan yang rumit
d.      Tidak ada keharusan pengembalian angsuran
Kekurangan menggunakan odal sendiri :
a.       Jumlahnya terbatas
b.      Perolehan relatif lebih sulit
c.       Kurang motivasi untuk berusaha

2.    Modal asing, adalah modal yang berasal dari luar perusahaan seperti dana pinjaman dari bank pendukung. Modal asing adalah modal pinjaman yang diperoleh dari pihak luar perusahaan dan diperoleh dengan pinjaman. Penggunaan modal pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan menimbulkan beban biaya bunga, biaya administrasi, dan biaya komisi yang relatif besar.

Sumber dana modal asing diperoleh dari :
a.       Pinjaman dari dana perbankan, baik bank swasta, pemerintah dan perbankan asing
b.      Pinjaman dari perusahaan non keuangan seperti perusahaan lain yang bukan perusahaan yang bergerak di urusan keuangan
c.       Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan pegadaian, modal venture, asuransi, lesing, dan pensiun, koperasi, atau lembaga pembiayaan lainnya.
Kelebihan modal pinjaman :
a)      Jumlah tidak terbatas
b)      Motivasi usaha tinggi karena ada beban
Kekurangan modal pinjaman :
a)      Dikenakan berbagai biaya, bunga dan administrasi
b)      Harus dikembalikan
c)      Beban moral

3.    Pembiayaan perusahaan dapat diperoleh secara gabungan dari sumber modal tersebut. Kelebihan modal campuran, presentasi modal pinjaman disesuaikan dengan ukuran kebutuhan akan kekurangan modal sendiri.





D.    Pengelolaan dan pengawasan keuangan usaha
Pengelolaan keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.Perencanaan keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.Penganggaran keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
Pengelolaan keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara. Pencarian keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan. Penympanan keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut. Pengendalian keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan. Pemeriksaan keuangan, melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan. Pelaporan keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi

E.     Masalah-masalah yang dihadapi dalam bidang keuangan
Kesulitan mendapatkan modal terutama pada perusahaan yang baru didirikan, teruama dana yang berasal dari pinjaman yang harus memerlukan anggaran.
Penyampaian laporan keuangan secara kurang benar dan tepat, terutama pada perusahaan yang tidak memiliki SDM yang mempunyai keahlian akunting yang memadai.
Laporan keuangan yang tidak benar sangat berdampak pada pada pembayaran pajak yang tepat sesuai ketentuan sehingga pada perhitungan pajak yang tepat ternyata perusahaan empunyai pajak terutang yang sangat besar jumlahnya.
Terdapat pejabat keuangan yang tdak jujur sehingga timbul penyimpangan da korupsi uang perusahaan pailit.
Besarnya biaya yang dikeluarkan untuk pengurusan dokumen perizinan sebagai akibat dari persekongkolan antara pejabat penerbit perizinan dan karyawan perusahaan yang menetapkan uang suap yang terlalu besar menyebabkan  pengeluaran dana perusahaan yang jumlahnya cukup besar sehingga mengurangi dana untuk biaya operasional perusahaan.
F.     Implementasi
Kebijakan pengelola keuangan suatu sebagai berikut :
1.      Penerimaan uang
a.       berasal dari pembayaran piutang
b.      berasal dari pembayaran penjualan
c.       berasal dari bank (modal)
d.      Berasal dari royalti
e.       berasal dari nasabah (perusahaan dari nasabah) perusahaan asuransi

2.      Pembukuan uang
Direktur keuangan hendaknya benar-benar memahami dan dapat menjelaskan fungsi tujuan manfaat pembukuan kepada staf keuangan
Transaksi uang yang diterima dan dikeluarkan dicatat dalam pembukuan antara lain :
a)      Buku Pos (Vate Book)
Buku pos pada hakekatnya membuat informasi beberapa dana yang masih
tersisa untuktiap pos anggaran. Buku pos mencatat peristiwa-peristiwa
pembelanjaan uang harian. Dari buku pos direktur keuangan dengan mudah
dapat melihat apakah perusahaan telah berlebih membelanjakan uang. Karena
itu, dianjurkan agar direktur keuangan untuk membuat buku tersebut.
b)      Faktur
Faktur dapat berupa buku atau lembran lepas yang dapat diarsipkan. Seperti pada contoh berikut:
§  Maksud pembelian
§  Tanggal pembelian
§  Jenis pembelian
§  Rincian barang yang dibeli
§  Jumlah pembayaran
§  Tanda tangan pembeli kuasa (direktur keuangan)
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada penulisan keabsan faktur antara lain:
1)      Faktur ditulis dan ditanda tangani sebelum uang dibayarkan
2)      Harus ada nomor untuk diagendakan
3)      Kwitansi pembelian harus dilampirkan
4)      Faktur untuk mempertanggung jawabkan penggunaan uang umum

c)      Buku Kas
Buku kas mencatat tentang rincian penerimaan dan pengeluaran uang serta Saldo secara harian dan pada hari yang sama, misalnya pembelian kapur tulis. Dengan emikian direktur keuangan akan segera tentang keluar masuknya uang pada hari yang sama. Termasuk yang harus dicatat pada buku kas adalah cheque yang diterima dan dikelurkan pada hari itu.

d)     Lembar cek
Lembar cek merupakan alat bukti bahwa pembyaran yang dikelurkan adalah
sah. Lembar dikelurkan jika menyangkut tagihan atas pelaksanaan suatu Transaksi, misalnya barang yang dipesan sudah dikirim dan catatan  transaksinya benar. Orang yang berhak menandatangani lembar cek adalah direktur keuangan  atau manejer keuangan

e)      Jurnal
Jurnal digunakan untuk mencatat semua transaksi akutansi, sebelum
diklasifikasi ke buku besar. Jurnal mengatur informasi secara kronologis dan
sesuai dengan jenis transaksi. Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas adalah suatu pencatatan secara  kronologis atau cek yang ditulis, yang dikategorikan menurut bagan perkiraan atau akun.

Jurnal untuk mencatat transaksi penerimaan kas adalah pencatatan secara
kronologis atas seluruh setoran yang dibuat yang kategorikan  menurut bagan
perkiraaan atau akun.

Jurnal untuk mencatat transaksi gaji, yaitu jurnal yang mencatat seluruh transaksi yang terikat penggajian.

Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas dan piutang merupaka
bagian akun pertambahan biaya dan pendapatan. Jurnal ini bermanfaat untuk
mengelompokan transaksi penambahan biaya dan pendapatan yang terlalu banyak melalui jurnal.


f)       Buku besar
Untuk mengetahui data keuangan maka, informasi transaksi pada jurnal hendaknya dipindahkan ke buku besar atau buku kas induk pada akhir bulan. Buku besar mencatat kapan terjadinya transaksi pembelian, keluar masuknya uang saat itu, dan neraca saldonya.

g)      Buku kas piutang
Buku berisi catatan/ daftar orang yang berutangkepada perusahaan menurut
 jumlah uang yang berutang, tanggal pelunasan, dan sisa utang yang belum                       dilunasi. Informasi dalam buku ini harus selalu dalam kedaan mutakhir untuk melihat jumlah uang milik perusahaan yang belum kembali.

h)      Neraca percobaan
Tujuan utama diadakannya neraca percobaan adalah untuk mengetahui secara tepat keadaan pertanggung jawaban keuangan secara cepat, misalnya mingguan atau dua mingguan. Hal inimemungkinkan direktur keuangan sewaktu-waktu (selama tahun anggaran) menentukan hal yang harus didahulukan dan menangguhkan pengeluaran yangb terlalu cepat dari pos tertent
i)        Pengambilan uang
Pengajuan permintaan uang oleh pelaksana dengan rencana penggunaan sesuai kebutuhan kepada penanggung jawab kegiatan. Setelah mendapat persetujuannya maka diberikan kepada kasir (bendahara) untuk dibayarkan
Apabila penggunaan uang tsb mendapat persetujuan maka selanjutnya disampaikan kepada direktur keuangan sebagai penanggungjawab uang perusahaan
j)        Pembelanjaan dan pertanggung jawaban uang
Uang dibelanjakan baik berupa tunai maupun cek untuk pembayaran pembelian
barang-barang harus dipertanggung jawabkan dengan bukti pembelian berupa                      kuitansi, daftar penerimaan atau dengan faktur yang lengkap
§  Maksud pembelian
§  Tanggal pembelian
§  Jenis pembelian
§  Rincian barang yang dibeli
§  Jumlah pembayaran
§  Tanda tangan pembeli kuasa

k)      Pengawasan penggunaan uang
Pengawasan dilakukan pejabat keuangan dengan meneliti keabsahan bukti
pengeluaran / belanja setiap hari, mingguan, bulanan, dan tahunan. Pejabat pengawasan internal melakukan audit pembukuan secara berkala semesteran dan tahunan. Pejabat internal dan pemilik perusahaan dapat melakukan pemeriksaan mendadak apabila dicurigai adalah indikasi penyimpangan keuangan.






BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Dalam pengelolahan bidang keuangan kita harus dapat menentukan kebutuhan dana dalam berwirausaha, dapat mencari sumber-sumber untuk membiayai perusahan, yang didalamnya ada pengelolahan dan pengawasan keuangan usaha dan dapat diimplementasikan. Pengelolahan bidang keuangan tidak terlepas dari masalah-masalah yang akan dihadapi dalam bidang keuangan.

B.     Saran
Kita sebagai mahasiswa harus mampu mengelolah bidang keuangan dalam berwirausaha khususnya sebagai bidan mengelolah keuangan di tempat praktek.






































DAFTAR PUSTAKA

Tando Naomi. 2013. Kewirusahaan. Jogyakarta. In Media











































Throwback WIrausaha

MAKALAH KEWIRAUSAHAAN “Peranan Uang Dalam Berwirausaha”   Dosen Pembimb...