MAKALAH KEWIRAUSAHAAN
“Peranan Uang Dalam Berwirausaha”
![]() |
Dosen Pembimbing : Siti Umamah, S.SiT, M.Kes
Kelompok 1 :
1. Fitri Nuraini
2. Indah Fauziah
3. Keren Maulidia
4. Listia Ari Putri
5. Novi Haryanto
6. Ratna Sari Nurjanah
7. Septi Eka Wati
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PRIMA INDONESIA
BEKASI
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan rahmat dan Hidayah Nya, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas ini. Yang mana tugas ini bertopikan tentang “PERANAN UANG
DALAM KEWIRAUSAHAAN”.
Dan harapan kami semoga makalah ini
dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya
dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik
lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan
maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini,
oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Bekasi,
17 April 2018
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
..................................................................................................
DAFTAR ISI .................................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................................
B. Rumusan Masalah
............................................................................................
C. Tujuan
..............................................................................................................
BAB II
PEMBAHASAN
A. Peranan Uang Dalam Berwirausaha
................................................................
B. Penentuan Kebutuhan Dana
............................................................................
C. Pencarian Sumber-Sumber Dana
.....................................................................
D. Pengelolaan Dan Pengawasan Keuangan Usaha
.............................................
E. Masalah-Masalah Yang Dihadapi Dalam Bidang Keuangan
..........................
F. Implementasi ...................................................................................................
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
...............................................................................................
B. SARAN
...........................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Tidak selamanya suatu perusahaan terus menerus memiliki dana yang cukup
untuk membiayai segala kegiatan operasional perusahaan. Mau tak mau perusahaan
harus mendapatkan dana segar yang dapat dilakukan dengan berbagai cara untuk
tetap dapat bertahan. Dalam upaya pengembangan suatu usaha di perlukan strategi
dan rencana bisnis yang tepat, salah satu strategi itu adalah strategi
pembiayaan.
Bantuan keuangan, terutama untuk usaha baru, biasanya dikaitkan dengan
kursus ketrampilan berusaha. Mengikuti pelatihan seperti ini bukan saja
meningkatkan ketrampilan berusaha tetapi juga akan meningkatkan keyakinan bagi
calon pendukung dana dalam usaha anda. Kadang-kadang bantuan juga diberikan
untuk tujuan tertentu, misalnya pemasaran, subsidi sewa; usaha tertentu seperti
usaha manufaktur, teknologi; pemuda yang menganggur; atau untuk bidang
tertentu, misalnya daerah pedesaan atau di daerah yang mengalami kemunduran pertumbuhan
ekonomi.
B.
Rumusan Masalah
1. Bagaimana peranan uang dalam berwirausaha ?
2. Bagaimana penentuan kebutuhan dana ?
3. Bagaimana pencarian sumber-sumber dana ?
4. Bagaimana pengelolaan dan pengawasan keuangan usaha ?
5. Apa saja masalah yang dihadapi dalam bidang keuangan ?
6. Bagaimana implementasinya ?
C.
Tujuan
1. Untuk mengatahui bagaimana perananan uang dalam berwirausaha
2. Untuk mengetahui bagaimana penentuan kebutuhan dana
3. Untuk mengetahui bagaimana pebcarian sumber-sumber dana
4. Untuk mengetahui bagaimana pengelolaan dan pengawasan keuangan dana
5. Untuk mengetahui apa saja masalah-masalah yang dihadapi dalam bidang
keuangan
6. Untuk mengetahui bagaiman implementasinya
BAB II
PEMBAHASAN
1.1
Pengelolaan Bidang Keuangan
A.
Peranan uang dalam berwirausaha
Dengan mengetahui
jenis dan jumlah kebutuhan usaha membuat rencana dana yang diperlukan dengan
komponen kebutuhan usaha meliputi:
1. Biaya pra investasi, adalah biaya yang dikeluarkan perusahaan dalam
rangka memulai suatu usaha misalnya biaya survei lapangan, biaya studi
kelayakan.
2. Biaya pembelian aktiva tetap, aktiva berwujud dan tidak berwujud.
a) aktivas tetap yang berwujud seperti pembelian tanah, bangunan, mesin,
peralatan, kendaraan inventaria kantor
b) aktivas tetap yang tidak berwujud seperti pembelian lisensi, hak paten,
sistem franchisine (waralaba)
3. Biaya operasional merupakan jumlah dana yang akan digunakan untuk
menjalankan kegiatan usaha yang sedang berjalan
B.
Penentuan kebutuhan dana
Rencana kebutuhan
dana investasi dalam suatu jenis usaha sebagai berikut.
1. uang/dana untuk pra investasi
2. uang/dana pembelian aktiva tetap, sarana-prasarana, sewa kantor,
peralatan kantor dll
3. uang/dana untuk modal kerja, upah tenaga kerja, pembayaran listrik,
pembayaran air dll
4. uang/dana untuk biaya perizinan lokasi, SIUP, dll.
Setelah semuanya
dihitung maka dianalisis berapa kebutuhan investasi sehingga dapat ditentukan
berapa dana yang dimiliki dan sisanya diambil dari dana pinjaman
a. Pengertian modal
§ Untuk mendirikan atau menjalankan suatu usaha diperlukan sejumlah modal
(uang) dan tenaga (keahlian)
§ Modal dalam bentuk uang diperlukan untuk membiayai segala keperluan usaha
seperti biaya pra investasi, pengurusan izin, biaya investasi untuk pembelian
aktiva tetap sampai modal untuk kerja.
§ Modal keahlian adalah keahlian dan kemampuan seseorang untuk mengelola
atau menjalankan suatu usaha
§ Besarnya modal yang diperlukan tergantung dari jenis usaha yang akan
dikerjakan.
§ Peritungan terhadap besarnya kebutuhan usaha dilakukan sebelum usaha itu
dikerjakan
§ Perlu dilakukan proses seleksi jenis usaha yang akan dilakukan
b. Jenis modal usaha:
§ Modal investasi, adalah modal yang digunakan untuk jangka panjang dan
dapat digunakan berulang-ulang biasanya umurnya lebih dari satu tahun.
§ Penggunaan modal investasi jangka panjang untuk membeli aktiva tetap
seperti tanah, bangunan, mesin-mesin, peralatan, kendaraan, bersumber dari
perbankan.
§ Modal kerja, adalah moodal yang digunakan untuk jangka waktu pendek dan
beberapa kali dipakai dalam satu tahun.
§ Modal kerja digunakan untuk membiayai operasional perusahaan pada saat
akan dilakukan kegiatan perusahaan.
C.
Pencarian sumber-sumber dana
Kebutuhan dana (modal) perusahaan baik modal investasi maupun modal kerja
dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada yaitu baik berupa modal
sendiri maupun modal pinjaman. Sumber modal perusahaan yang umum adalah:
1. Modal sendiri, merupakan modal yang berasal dari pemilik (para pemegang
saham) perusahaan. Modal sendiri adalah modal yang diperoleh dari pemilik
perusahaan dengan cara mengeluarkan saham Keuntungan menggunakan angka modal
sendiri untuk membiayai suatu usaha adalah tidak adanya beban biaya bunga,
hanya membayar pajak, upah karyawan dan tagihan-tagihan pemerintah lainnya.
Kelebihan modal sendiri :
a. Tidak ada biaya bunga atau administrasi
b. Tidak tergantung kepada pihak lain
c. Tanpa memerlukan persyaratan yang rumit
d. Tidak ada keharusan pengembalian angsuran
Kekurangan menggunakan odal sendiri :
a. Jumlahnya terbatas
b. Perolehan relatif lebih sulit
c. Kurang motivasi untuk berusaha
2. Modal asing, adalah modal yang berasal dari luar perusahaan seperti dana
pinjaman dari bank pendukung. Modal asing adalah modal pinjaman yang diperoleh
dari pihak luar perusahaan dan diperoleh dengan pinjaman. Penggunaan modal
pinjaman untuk membiayai suatu usaha akan menimbulkan beban biaya bunga, biaya
administrasi, dan biaya komisi yang relatif besar.
Sumber dana modal asing diperoleh
dari :
a. Pinjaman dari dana perbankan, baik bank swasta, pemerintah dan perbankan
asing
b. Pinjaman dari perusahaan non keuangan seperti perusahaan lain yang bukan
perusahaan yang bergerak di urusan keuangan
c. Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan pegadaian, modal
venture, asuransi, lesing, dan pensiun, koperasi, atau lembaga pembiayaan
lainnya.
Kelebihan modal pinjaman :
a) Jumlah tidak terbatas
b) Motivasi usaha tinggi karena ada beban
Kekurangan modal pinjaman :
a) Dikenakan berbagai biaya, bunga dan administrasi
b) Harus dikembalikan
c) Beban moral
3. Pembiayaan perusahaan dapat diperoleh secara gabungan dari sumber modal
tersebut. Kelebihan modal campuran, presentasi modal pinjaman disesuaikan
dengan ukuran kebutuhan akan kekurangan modal sendiri.
D.
Pengelolaan dan pengawasan keuangan usaha
Pengelolaan
keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan,
pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh
suatu organisasi atau perusahaan.Perencanaan keuangan, membuat rencana
pemasukan dan pengeluaran serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode
tertentu.Penganggaran keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan
membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
Pengelolaan
keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan
berbagai cara. Pencarian keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang
ada untuk operasional kegiatan perusahaan. Penympanan keuangan, mengumpulkan
dana perusahaan serta menyimpan dan mengamankan dana tersebut. Pengendalian
keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan
pada perusahaan. Pemeriksaan keuangan, melakukan audit internal atas keuangan
perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan. Pelaporan keuangan,
penyediaan informasi tentang kondisi keuangan perusahaan sekaligus sebagai
bahan evaluasi
E.
Masalah-masalah yang dihadapi dalam bidang keuangan
Kesulitan mendapatkan
modal terutama pada perusahaan yang baru didirikan, teruama dana yang berasal
dari pinjaman yang harus memerlukan anggaran.
Penyampaian
laporan keuangan secara kurang benar dan tepat, terutama pada perusahaan yang
tidak memiliki SDM yang mempunyai keahlian akunting yang memadai.
Laporan keuangan
yang tidak benar sangat berdampak pada pada pembayaran pajak yang tepat sesuai
ketentuan sehingga pada perhitungan pajak yang tepat ternyata perusahaan
empunyai pajak terutang yang sangat besar jumlahnya.
Terdapat pejabat
keuangan yang tdak jujur sehingga timbul penyimpangan da korupsi uang
perusahaan pailit.
Besarnya biaya
yang dikeluarkan untuk pengurusan dokumen perizinan sebagai akibat dari
persekongkolan antara pejabat penerbit perizinan dan karyawan perusahaan yang
menetapkan uang suap yang terlalu besar menyebabkan pengeluaran dana perusahaan yang jumlahnya
cukup besar sehingga mengurangi dana untuk biaya operasional perusahaan.
F.
Implementasi
Kebijakan
pengelola keuangan suatu sebagai berikut :
1. Penerimaan uang
a. berasal dari pembayaran piutang
b. berasal dari pembayaran penjualan
c. berasal dari bank (modal)
d. Berasal dari royalti
e. berasal dari nasabah (perusahaan dari nasabah) perusahaan asuransi
2. Pembukuan uang
Direktur keuangan hendaknya benar-benar memahami dan dapat menjelaskan
fungsi tujuan manfaat pembukuan kepada staf keuangan
Transaksi uang yang diterima dan dikeluarkan dicatat dalam pembukuan
antara lain :
a) Buku Pos (Vate Book)
Buku pos pada
hakekatnya membuat informasi beberapa dana yang masih
tersisa untuktiap pos anggaran. Buku pos mencatat peristiwa-peristiwa
pembelanjaan uang harian. Dari buku pos direktur keuangan dengan mudah
dapat melihat apakah perusahaan telah berlebih membelanjakan uang. Karena
itu, dianjurkan agar direktur keuangan untuk membuat buku tersebut.
b) Faktur
Faktur dapat berupa buku atau lembran lepas yang dapat diarsipkan.
Seperti pada contoh berikut:
§
Maksud pembelian
§
Tanggal pembelian
§
Jenis pembelian
§
Rincian barang yang dibeli
§
Jumlah pembayaran
§ Tanda tangan pembeli kuasa (direktur keuangan)
Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada penulisan keabsan faktur antara lain:
1) Faktur ditulis dan ditanda tangani sebelum uang dibayarkan
2) Harus ada nomor untuk diagendakan
3) Kwitansi pembelian harus dilampirkan
4) Faktur untuk mempertanggung jawabkan penggunaan uang umum
c) Buku Kas
Buku kas mencatat
tentang rincian penerimaan dan pengeluaran uang serta Saldo secara harian dan
pada hari yang sama, misalnya pembelian kapur tulis. Dengan emikian direktur
keuangan akan segera tentang keluar masuknya uang pada hari yang sama. Termasuk
yang harus dicatat pada buku kas adalah cheque yang diterima dan dikelurkan
pada hari itu.
d) Lembar cek
Lembar cek
merupakan alat bukti bahwa pembyaran yang dikelurkan adalah
sah. Lembar
dikelurkan jika menyangkut tagihan atas pelaksanaan suatu Transaksi, misalnya
barang yang dipesan sudah dikirim dan catatan
transaksinya benar. Orang yang berhak menandatangani lembar cek adalah
direktur keuangan atau manejer keuangan
e) Jurnal
Jurnal digunakan
untuk mencatat semua transaksi akutansi, sebelum
diklasifikasi ke
buku besar. Jurnal mengatur informasi secara kronologis dan
sesuai dengan
jenis transaksi. Jurnal untuk mencatat transaksi pengeluaran kas adalah suatu
pencatatan secara kronologis atau cek
yang ditulis, yang dikategorikan menurut bagan perkiraan atau akun.
Jurnal untuk
mencatat transaksi penerimaan kas adalah pencatatan secara
kronologis atas
seluruh setoran yang dibuat yang kategorikan
menurut bagan
perkiraaan atau
akun.
Jurnal untuk
mencatat transaksi gaji, yaitu jurnal yang mencatat seluruh transaksi yang
terikat penggajian.
Jurnal untuk
mencatat transaksi pengeluaran kas dan piutang merupaka
bagian akun
pertambahan biaya dan pendapatan. Jurnal ini bermanfaat untuk
mengelompokan
transaksi penambahan biaya dan pendapatan yang terlalu banyak melalui jurnal.
f) Buku besar
Untuk mengetahui
data keuangan maka, informasi transaksi pada jurnal hendaknya dipindahkan ke
buku besar atau buku kas induk pada akhir bulan. Buku besar mencatat kapan
terjadinya transaksi pembelian, keluar masuknya uang saat itu, dan neraca
saldonya.
g) Buku kas piutang
Buku berisi
catatan/ daftar orang yang berutangkepada perusahaan menurut
jumlah uang yang berutang, tanggal pelunasan,
dan sisa utang yang belum
dilunasi. Informasi dalam buku ini harus selalu dalam kedaan mutakhir
untuk melihat jumlah uang milik perusahaan yang belum kembali.
h) Neraca percobaan
Tujuan utama
diadakannya neraca percobaan adalah untuk mengetahui secara tepat keadaan
pertanggung jawaban keuangan secara cepat, misalnya mingguan atau dua mingguan.
Hal inimemungkinkan direktur keuangan sewaktu-waktu (selama tahun anggaran)
menentukan hal yang harus didahulukan dan menangguhkan pengeluaran yangb
terlalu cepat dari pos tertent
i)
Pengambilan uang
Pengajuan
permintaan uang oleh pelaksana dengan rencana penggunaan sesuai kebutuhan
kepada penanggung jawab kegiatan. Setelah mendapat persetujuannya maka diberikan
kepada kasir (bendahara) untuk dibayarkan
Apabila penggunaan
uang tsb mendapat persetujuan maka selanjutnya disampaikan kepada direktur
keuangan sebagai penanggungjawab uang perusahaan
j)
Pembelanjaan dan pertanggung jawaban
uang
Uang dibelanjakan
baik berupa tunai maupun cek untuk pembayaran pembelian
barang-barang harus dipertanggung jawabkan dengan bukti pembelian
berupa kuitansi,
daftar penerimaan atau dengan faktur yang lengkap
§ Maksud pembelian
§ Tanggal pembelian
§ Jenis pembelian
§ Rincian barang yang dibeli
§ Jumlah pembayaran
§ Tanda tangan pembeli kuasa
k) Pengawasan penggunaan uang
Pengawasan
dilakukan pejabat keuangan dengan meneliti keabsahan bukti
pengeluaran /
belanja setiap hari, mingguan, bulanan, dan tahunan. Pejabat pengawasan
internal melakukan audit pembukuan secara berkala semesteran dan tahunan.
Pejabat internal dan pemilik perusahaan dapat melakukan pemeriksaan mendadak
apabila dicurigai adalah indikasi penyimpangan keuangan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dalam pengelolahan
bidang keuangan kita harus dapat menentukan kebutuhan dana dalam berwirausaha,
dapat mencari sumber-sumber untuk membiayai perusahan, yang didalamnya ada
pengelolahan dan pengawasan keuangan usaha dan dapat diimplementasikan.
Pengelolahan bidang keuangan tidak terlepas dari masalah-masalah yang akan
dihadapi dalam bidang keuangan.
B.
Saran
Kita sebagai
mahasiswa harus mampu mengelolah bidang keuangan dalam berwirausaha khususnya
sebagai bidan mengelolah keuangan di tempat praktek.
DAFTAR
PUSTAKA
Tando Naomi. 2013.
Kewirusahaan. Jogyakarta. In Media

Tidak ada komentar:
Posting Komentar